Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Transplantasi Terumbu Karang di Lampung



Transplantasi Terumbu Karang di Lampung

Yulvianus Harjono/Kompas
Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Lampung melakukan transplantasi terumbu karang, Senin (18/4) di Pantai Ringgung, Teluk Lampung. Transplantasi ini dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang.

Transplantasi dilakukan dengan menenggelamkan tiga rak besi berisi substrat dan stek karang-karang yang akan dikembangbiakkan. Setiap rak yang akan menjadi rumah koral ini berukuran 1,5 x 0,75 x 0,5 meter. Jenis terumbu karang yang ditransplantasi adalah Acropora (karang cabang) dan Favites (karang otak).

Meity Irlani (20), koordinator acara transplantasi koral, menjelaskan bahwa Pantai Ringgung merupakan salah satu habitat yang ideal bagi terumbu karang. "Namun, karena pola budidaya keramba jaring apung yang kurang hati-hati, sebagian karang rusak terkena jangkar," katanya.

Selain itu, layaknya kawasan Teluk Lampung lainnya, habitat terumbu karang di Ringgung juga terancam oleh aksi pengeboman ikan dan penggunaan racun potas oleh nelayan kecil di Lampung.

"Untuk menumbuhkan karang butuh bertahun-tahun, tetapi menghancurkannya cukup 5 menit," ujar Samsul Hadi (15), siswa dari SMKN 6 Bandar Lampung, mengungkapkan kerisauannya akan rusaknya terumbu karang. 

Menurut Meity, untuk acara PKSDA, kegiatan transplantasi koral ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran pentingnya ekosistem terumbu karang. "Biasanya, kami melakukan kegiatan di darat dan pesisir. Padahal, laut juga tidak kalah penting," ungkapnya.

Kegiatan dalam rangka Pekan Konservasi Sumber Daya Alam ke-XV ini diikuti puluhan mahasiswa dan pelajar asal Bandar Lampung. Acara ini juga diikuti pencinta kegiatan menyelam dan snorkeling dari Lampung, Bandung, dan Palembang. Acara dipusatkan di wilayah Pantai Ringgung, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. (Yulvianus Harjono)
Sumber: Kompas.com

Tari Saman Masuk Daftar Warisan Kebudayaan Dunia


Tari Saman Masuk Daftar Warisan Kebudayaan Dunia

Zulfan Monika
UNESCO akan mengumumkan pengakuan terhadap karya Tari Saman dari Aceh sebagai warisan budaya dunia tidak benda (intangible heritage) di Bali, 19 November yang akan datang.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kemenbudpar, I Gde Pitana. Dengan demikian Indonesia akan menambah jumlah unsur budaya Indonesia yang menerima pengakuan dari UNESCO, yaitu Wayang Indonesia (2003), Keris Indonesia (2005), Batik Indonesia (2009), dan Angklung Indonesia (2010). Pitana mengatakan pengakuan ini melalui perlu proses verifikasi yang panjang dan pihaknya telah mengupayakan berbagai hal untuk dapat mencatatkan Tari Saman sejak beberapa tahun lalu.

Hingga saat ini sudah ada sebanyak 890 warisan kekayaan dunia dengan perincian 689 berupa warisan budaya, 176 warisan alam, dan 25 campuran antara warisan budaya dan warisan alam. Warisan dunia yang dimiliki Indonesia sendiri sudah sebanyak 11 buah. Di antaranya, warisan dunia berupa situs alam, yakni Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Nasional Lorentz di Papua, dan hutan tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan). Cagar alam yang diakui adalah kompleks Candi Borobudur, kompleks Candi Prambanan (1991), serta situs prasejarah Sangiran.