Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Siapa penderita penyakit gigi pertama yang pernah ditemukan?



Diane Scott
Siapa penderita penyakit gigi pertama yang pernah ditemukan? Ialah reptil purba yang hidup 275 tahun yang lalu.

Reptil yang dikenal dengan nama Labidosaurus hamatus tersebut memiliki infeksi pada gigi. Para ilmuwan mengira, infeksi itu terjadi akibat adaptasi hidup di darat setelah hidup di laut dalam waktu yang cukup lama.

Robert Reisz, ahli biologi dari University of Toronto, dan rekan-rekannya memperhatikan tanggalnya satu gigi dari fosil. Mereka juga mendapati tulang rahang yang rusak. Ketika fosil itu dipindai, tim menemukan tanda-tanda infeksi besar yang dapat mengakibatkan gigi tanggal dan kerusakan jaringan rahang.

"Giginya rusak dan karena tidak tumbuh gigi baru, muncul lubang. Lewat lubang itu, bakteri masuk ke dalam rahang dan merusaknya," Reisz menjelaskan kepada LiveScience. Ia juga menjelaskan kalau infeksi menyebar ke empat atau lima gigi lain di sekitarnya dan masuk ke dalam area mulut dan di luar rahang. "Hasilnya, area rahang benar-benar rusak," katanya.

Kemungkinan reptil ini mati karena kerusakan mulut ini masih dipertanyakan. "Kami tak tahu pasti, tapi mungkin kerusakan ini bisa jadi faktor," kata Reisz. Sakit gigi yang parah seperti ini bisa membuat hewan enggan makan. "Dan ketika itu terjadi pada reptil yang tua, ia lebih rentan terhadap serangan predator," lanjut Reisz. Fosil yang ditemukan itu diperkirakan milik reptil yang sudah cukup tua--dilihat berdasarkan ukuran. (Sumber: LiveScience)

Tari Saman Masuk Daftar Warisan Kebudayaan Dunia


Tari Saman Masuk Daftar Warisan Kebudayaan Dunia

Zulfan Monika
UNESCO akan mengumumkan pengakuan terhadap karya Tari Saman dari Aceh sebagai warisan budaya dunia tidak benda (intangible heritage) di Bali, 19 November yang akan datang.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kemenbudpar, I Gde Pitana. Dengan demikian Indonesia akan menambah jumlah unsur budaya Indonesia yang menerima pengakuan dari UNESCO, yaitu Wayang Indonesia (2003), Keris Indonesia (2005), Batik Indonesia (2009), dan Angklung Indonesia (2010). Pitana mengatakan pengakuan ini melalui perlu proses verifikasi yang panjang dan pihaknya telah mengupayakan berbagai hal untuk dapat mencatatkan Tari Saman sejak beberapa tahun lalu.

Hingga saat ini sudah ada sebanyak 890 warisan kekayaan dunia dengan perincian 689 berupa warisan budaya, 176 warisan alam, dan 25 campuran antara warisan budaya dan warisan alam. Warisan dunia yang dimiliki Indonesia sendiri sudah sebanyak 11 buah. Di antaranya, warisan dunia berupa situs alam, yakni Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Nasional Lorentz di Papua, dan hutan tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan). Cagar alam yang diakui adalah kompleks Candi Borobudur, kompleks Candi Prambanan (1991), serta situs prasejarah Sangiran.

Selasa, 19 April 2011

Bahan Bakar dari Tebu Turunkan Temperatur Udara


Bahan Bakar dari Tebu Turunkan Temperatur Udara

Rufino Uribe
Penggunaan tebu sebagai bahan bakar kendaraan pengganti minyak dari fosil punya efek samping yang menggembirakan: menurunkan temperatur udara. Demikian dilaporkan oleh para ilmuwan hari Minggu kemarin.

Penurunan temperatur tersebut disebabkan oleh kemampuan tanaman tebu untuk memantulkan sinar matahari serta melepaskan kelembapan ke udara. "Tanaman itu mengambil kelembapan dari tanah dan memancarkannya ke udara sebagai bagian dari proses fotosintesis," kata pemimpin studi Scott Loarie dari Carnegie Institution for Science.

Loarie, yang studinya diterbitkan dalam Nature Climate Change, menambahkan bahwa efek pelepasan kelembapan ini memiliki efek yang lebih besar daripada pemantulan sinar matahari.

Saat ini, seperempat kendaraan bermotor di Brazil menggunakan bahan bakar nabati yang dibuat dari tebu. Bahan bakar tersebut mencegah efek rumah kaca akibat pelepasa karbon dioksida ke atmosfer, yang menyebabkan perubahan iklim global. (Sumber: Reuters)

Sabtu, 26 Maret 2011

GOOGLE VoiceSearch : Aplikasi Peranti Bergerak Berbasis Suara

Mengadaptasi dari meningkatnya penggunaan perangkat telepon seluler pintar (smartphone), baru-baru ini Google merilis aplikasi terbaru: Google VoiceSearch berbahasa Indonesia.
Sesuai namanya, Google VoiceSearch mengandalkan suara manusia sebagai sumber masukan (input). Alasan utamanya adalah mengoptimalkan penggunaan suara sebagai media komunikasi manusia yang paling mendasar.
Sampai dengan tulisan ini dibuat, Google mengintegrasikan aplikasinya tersebut ke dalam 3 sistem operasi: iPhone, BlackBerry, dan S60 3rd Edition (platform peranti lunak pada sistem operasi Symbian). Khusus untuk yang terakhir, Google secara tertulis menyebutnya "Nokia S60 V3".
Dalam penjelasan yang telah dilakukan pihak Google, aplikasi ini sanggup 'memperbaiki diri' terhadap segala keunikan bahasa Indonesia: homograf, homofon, dan perbadaan aksen Bangsa Indonesia. Pembelajaran tersebut dilakukan berdasarkan suara-suara yang dikirimkan penggunanya, sehingga tak hanya sebagai sumber masukan pencarian namun juga mempertambah koleksi data keragaman bahasa Indonesia dalam format suara.
Daripada menyebutnya sebagai kemudahan, saya lebih tertarik menyebut aplikasi ini sebagai pilihan yang bertolok dari pengalaman penggunanya. Dalam demo yang telah dilakukan sebelumnya, tingkat akurasi keluaran (output) disesuaikan dengan tingkat kebisingan lingkungan, sehingga sangat dimungkinkan terjadi kesalahpahaman interpretasi oleh mesin terhadap suara kita.
Meski begitu, aplikasi ini terbilang ringan karena hanya berupa user interface atau jendela pengubung antara perangkat seluler dengan komputer milik Google. Tertarik mencobanya? Silakan mengunjungi http://www.google.com/mobile/voice-search/.